The Ambassador BPJS Ketenagakerjaan Training Camp 2015

Standar

Rabu, 4 November 2015 sekitar pukul 10 pagi, 20 orang beswan KSE terpilih bersiap berangkat ke Sentul dari titik kumpul yang ditentukan. Hari itu menandai dimulainya The Ambassador BPJS Ketenagakerjaan yang berlangsung pada 4-9 November 2015 di Green Sentul Indah Resort. Dari informasi awal yang diberikan via milis KSE 2015-2016, kami delegasi IPB memahami training camp ini seperti camp-camp KSE sebelumnya yang membutuhkan banyak persiapan fisik dan mental. Kami berangkat dengan Bus dari Darmaga ke Sentul selama kurang lebih 1 jam perjalanan. Jujur kami iri dengan teman-teman yang berangkat naik pesawat, atau kereta api, yang menempuh perjalanan jauh untuk camp ini. Kami? dari Darmaga ke Sentul, masih se-Kabupaten! tapi ya sudahlah.

IMG_20151104_103658

Berangkat dari Kampus IPB Darmaga

Puji syukur perjalanan lancar, kami sampai di camp sekitar pukul 11.30, disambut kakak officer/pelatih. Kesan pertama yang kami dapatkan masih sama dari pengetahuan kami sebelumnya tentang camp-camp KSE. Kami menemui kakak pelatih yang tegas dan disiplin. Berikut adalah beberapa hal yang kami dapatkan setelah menjalani The Ambassador BPJS Ketenagakerjaan 2015

Disiplin

Hal yang paling mudah dimaknai saat menjalani camp ini adalah kedisiplinan. Setiap hal di camp dilakukan dengan teratur. Kami harus melakukan setiap agenda terjadwal dengan runut dan tepat waktu sesuai yang dijadwalkan. Hari pertama dan kedua adalah masa terberat di mana kami harus menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru. Kegiatan di camp dimulai sebelum subuh dan baru berakhir tepat tengah malam. Beberapa dari kami harus memisahkan diri sementara karena kondisi fisik yang kurang mendukung, bahkan salah seorang rekan kami sesama IPB harus pulang lebih awal karena kesehatannya yang tidak kunjung membaik untuk melanjutkan camp. Hal yang menarik dan tidak terlupakan di camp adalah disiplin saat makan. Kami yang biasanya makan dengan santai sambil bergurau kini harus rapi, teratur, dan dibatasi waktu. Rata-rata satu porsi makanan berat harus dihabiskan dalam 6 menit.

Kebersamaan dan Jiwa Korsa

Di camp ini, beswan KSE belajar lebih dalam tentang kebersamaan dan jiwa korsa. Kami 225 orang merasa berada pada keterbatasan yang sama, dan itulah yang kami rasa membuat kami bersatu. Pada hari ketiga dan seterusnya, kebersamaan peserta camp mulai terpupuk. Beberapa yang kuat membantu yang lain yang lebih lemah, yang sehat membantu yang sakit, dan serunya, beberapa yang “rakus” makan membantu mereka yang kehabisan waktu, hehe. Dari hal-hal tersebut kami belajar menjadi orang yang peduli, mengesampingkan ego, dan saling menghargai. Sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain, bukan?.

Distribusi Kepemimpinan

Selama camp, kami belajar banyak tentang kepemimpinan. Kami belajar bahwa pemimpin bukan hanya mereka yang berada paling depan mengatur yang dipimpinnya. Mereka yang mampu mengendalikan diri untuk bisa dipimpin juga sejatinya adalah seorang pemimpin. Di samping itu, kami juga belajar mengenai pembagian peran. Setiap orang harus bisa menjalankan dengan baik perannya masing-masing. Kami belajar bahwa harus ada beberapa orang yang berani maju menjadi pemandu bagi yang lain. Camp ini mensimulasikan sebuah negara yang dipimpin seorang presiden, terbagi atas 5 provinsi dengan masing-masing gubernur, dan tiap provinsi terbagi atas 3 kabupaten. Jadi ada 15 Bupati, 5 Gubernur dan seorang Presiden. Dari sistem ini kami merasakan tantangan mengorganisasi sebuah negara. Seorang pemimpin harus mampu membawa tanggung jawab yang sedemikian besar memimpin rakyatnya. Hal penting yang justru seringkali terlupakan, sebagai rakyat juga harus mampu mementingkan kepentingan bersama untuk menjamin berhasilnya kepemimpinan. Selain dengan simulasi nyata sebagai sebuah negara, kami juga belajar kepemimpinan dari beberapa sesi materi juga kegiatan-kegiatan permainan luar ruangan. Beberapa materi tentang kepemimpinan dan berbicara di depan umum diberikan oleh para trainer diantaranya Pak Puthut, Pak Hari dan Juga pak Dadit, salah satu founder KSE. Permainan dan aktivitas luar ruangan juga sempat dijalani peserta, permainan tersebut banyak mengasah kerjasama tim. Sayang, pada saat camp kami dibatasi dalam penggunaan ponsel sehingga belum ada dokumentasi yang bisa diterbitkan lewat pos ini, mungkin di revisi selanjutnya.

Bertemu teman Mahasiswa se-Indonesia

Satu hal terpenting yang belum disebutkan di atas, di camp ini kami bertemu dengan ratusan mahasiswa dari 18 Universitas Negeri di Indonesia, mulai dari Universitas Syiah Kuala di Aceh sampai teman-teman dari Universitas Nusa Cendana Kupang dan Universitas Sam Ratulangi Manado. Pertemuan dengan mereka menyadarkan kami betapa beragamnya Indonesia dan besarnya potensi yang kita miliki sebagai bangsa. Kami saling terbuka menceritakan kondisi daerah masing-masing dan bertukar pikiran. Dari situ juga kami punya keluarga baru, kalau Pak Putut bilang, “Kini peserta camp bisa menginap gratis di setidaknya 18 Kota di Indonesia”, luar biasa.

IMG_20151108_213809

Kesempatan bertemu direksi perusahaan besar

Camp kali ini diselenggarakan bersama BPJS Ketenagakerjaan dan beberapa perusahaan investasi. Ada sekitar sepuluh perusahaan investasi yang terlibat. Di beberapa sesi kami berkesempatan bertatap muka dan mengikuti sesi sharing dengan para direktur. Dari situ kami mengetahui profil para direktur dan perjalanannya sampai menjadi seorang petinggi perusahaan. Kami juga mendapatkan ilmu tentang strategi memasuki dunia kerja. Sungguh sebuah pengalaman berharga bagi kami

Dari perasaan malas, sampai nggak mau pulang

Lima hari dalam keterbatasan yang sama tentu menjadikan pemersatu tersendiri bagi kami. Hari ke hari kami mulai nyaman dengan kebiasaan dan teman-teman baru. Namun kami harus berpisah di hari ke lima. Perasaan berat di awal menjalani camp ini berubah menjadi keengganan kami untuk mengakhirinya. Tapi kami harus kembali ke kampus masing-masing, ada tanggung jawab besar untuk menebarkan ilmu dan pengetahuan selama camp kepada lebih banyak orang, hmmm. Kami mengakhiri camp dan kembali ke kampus masing-masing pada Senin, 9 November Pagi. Kami berharap bahwa camp ini membawa dampak baik bagi diri setiap peserta dan dapat kami tularkan semangat kami ke teman-teman seluruh Indonesia. Kalau boleh dirangkum, 5 hari di camp mengingatkan kami pada satu kutipan dari Donald H Mc Gannon, “Kepemimpinan bukanlah posisi, tapi tindakan”. Sampai bertemu di camp selanjutnya !!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s